Mudah Mengantuk dan Tak Bertenaga Setelah Makan? Ternyata Ini Sederet Penyebabnya..

Apakah Moms pernah merasa mengantuk setelah makan? Moms mungkin sedikit bingung ya dengan hal tersebut.

Mengantuk setelah makan ternyata bisa disebabkan oleh beberapa-hal.

Mengantuk setelah makan dikenal sebagai food coma, atau dalam istilah medis dikenal sebagai kantuk postprandial.


Biasanya kondisi ini disertai gejala malas atau tubuh terasa berat, dan timbul rasa tak nyaman di perut.

Berikut beberapa alasan umum kenapa setelah makan ngantuk:

1. Konsumsi asupan tinggi gula dan karbohidrat sederhana

Nasi, makanan manis, gula termasuk dalam karbohidrat sederhana.

Melansir Good Housekeeping, konsumsi karbohidrat sederhana dapat menyebabkan kadar gula darah naik secara tiba-tiba, lalu turun dengan cepat.

Perubahan lonjakan kadar gula darah tersebut dapat menyebabkan Moms mengalami food coma.

Tak hanya mengantuk, Moms juga bisa merasakan lesu, pusing, dan tak bisa berpikir dengan jernih.

2. Makan asupan tinggi triptofan

Pakar kesehatan jamak menyebut konsumsi asupan tinggi asam amino triptofan sebagai penyebab kenapa setelah makan jadi ngantuk.

Melansir Verywell Fit, triptofan adalah asam amino yang jamak ditemukan dalam daging dan produk susu tertentu.

Ketika asam amino ini dikonsumsi bersama dengan makanan kaya karbohidrat seperti nasi, hormon seretonin jadi melonjak.

Seretonin adalah hormon yang mengatur nafsu makan sampai suasana hati.

Begitu hormon ini melonjak, Moms jadi merasa rileks dan mengantuk.

Triptofan dan seretonin juga mengendalikan produksi hormon melatonin.

Begitu hormon ini keluar, tubuh mendapat kode untuk siap tidur.

Triptofan banyak terdapat dalam daging kalkun, susu, yoghurt, biji labu, biji bunga matahari, kacang mete, kacang almond, sampai walnut.

3. Pergeseran aliran darah

Pergeseran aliran darah dari otak ke organ pencernaan disebut sebagai penyebab kenapa setelah makan jadi ngantuk.

Makan dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis.

Saraf ini mengatur fungsi tubuh seperti memperlambat detak jantung, mengatur tekanan darah, dan pencernaan.

Sistem saraf parasimpatis bisa aktif ketika perut mengembang setelah makan besar.

Begitu aktif, aliran darah dari otak bergeser ke saluran pencernaan.

Dampaknya, Moms jadi mengantuk dan tak bertenaga.

4. Konsumsi makanan tinggi lemak atau kalori

Makanan yang tinggi lemak atau kalori tapi rendah karbohidrat dapat memicu rasa kantuk setelah makan.

Dalam sebuah studi, peneliti menemukan kadar cholecystokinin jadi melonjak setelah subjek riset makan makanan berlemak tapi rendah karbohidrat.

Pelepasan hormon cholecystokinin yang bisa menekan rasa lapar ini dapat menyebabkan timbulnya rasa kantuk.

Peneliti lain menyimpulkan, kombinasi sinyal kompleks dikirim ke otak bagian pengontrol tidur setelah Moms mengonsumsi makanan tinggi lemak atau kalori.

Sinyal ini mengurangi gairah untuk makan atau rasa lapar, di sisi lain meningkatkan rasa kantuk.

5. Gangguan kelenjar tiroid

Kondisi kelenjar tiroid yang sehat membuat tubuh bisa mempertahankan tingkat energi.

Dengan begitu, laju perubahan glukosa bisa dikendalikan.

Sebaliknya, ketika kelenjar tiroid kurang aktif, Moms rentan terhadap naik turunnya kadar glukosa dalam darah.

Dampaknya, tubuh jadi kekurangan energi dan Moms bisa merasa lemas dan gampang mengantuk.

Jangan khawatir, ngantuk setelah makan umumnya bukan kondisi yang berbahaya bagi kesehatan.

Kendati demikian, kebiasaan ini bikin tak nyaman.

Ada beberapa cara untuk mengatasi ngantuk setelah makan.

Di antaranya dengan makan dalam porsi kecil dan banyak cairan, penuhi pola makan seimbang, hindari makan berlebihan, dan aktif bergerak setelah makan.