Hanya Bergaji Rp 200 Ribu, Guru Honorer ini Tetap Bertahan Mengajar Karena Baginya ini Panggilan Jiwa

Di era modernisasi, barang kebutuhan serba mahal. Maka tidak heran bila orang-orang lebih memilih pekerjaan yang bisa menghasilkan uang lebih besar.

Namun, hal itu sama sekali tak berlaku pada Yan Budi Nugroho.


Dia berbeda dari kebanyakan orang. Terbukti dari dedikasinya sebagai guru honorer di sebuah Sekolah Dasar di Purworejo, Jawa Tengah.

Dari pekerjaannya itu, Budi padahal hanya menerima upah sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Sungguh nominal yang sangat kecil, meskipun Budi masih single. Namun berdasarkan daftar yang dibuatnya, dengan uang 200 ribu rupiah tersebut, dia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan bisa menyisihkan tabungan untuk menikah.

“Bensin Rp 40 ribu, jajan Rp 60 ribu, reward anak Rp 30 ribu, makan bakso Rp 30 ribu, belanja ibu Rp 20 ribu, nabung nikah Rp 20 ribu. Rp 200 ribu pas,” cuitnya di Twitter.

Kendati demikian, jelas saja masih dirasa kurang. Apalagi bila harus dibandingkan dengan perjuangannya dalam menyalurkan ilmu bagi generasi penerus bangsa.

Tapi entah kenapa Budi tetap bertahan pada zona tersebut.

Tunggu dulu, ternyata Budi mempunyai alasan tersendiri mengenai keputusannya itu.

Yakni, rasa cintanya kepada anak-anak.


“Karena senyum mereka, tingkah laku mereka, cerewetnya mereka itu yang bikin candu buat kami,” tuturnya, dilansir Tribunnews.com.

Selain itu, bekerja sebagai guru merupakan panggilan jiwa baginya, sehingga dirinya bertekad untuk berdedikasi pada negara dengan mencerdaskan generasi penerus.

“Entah bagaimana pun caranya kami berusaha untuk tetap memberikan yang kami bisa.”

“Karena anak-anak merupakan aset yang sangat penting dan tunas bangsa untuk kemajuan negara di masa yang akan datang dan itu sudah tugas dari guru (untuk mendidik),” tegasnya.