Puluhan Rumah Bagus di Pekalongan Ini Ditempel sebagai Warga Miskin Penerima PKH-BNPT


Puluhan rumah bagus ada juga yang terlihat masih baru lengkap dengan tanaman hias serta berbagai perabot mahal di Desa Ketintang Lor, Kecamatan Bojong, Pekalongan, Jawa Tengah ditempel tulisan sebagai warga miskin. Dimana pada dinding rumah-rumah tersebut ditempel tulisan besar "Demi Allah, Kami Warga Miskin Penerima PKH - BNPT".

Sehingga mereka tercatat menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pemerintah non tunai (BPNT). Mereka setiap bulan selalu menerima bantuan paket sembako untuk warga miskin.


Kadus 1 Desa Ketintang Nur Hendriyanto mengatakan, di desa ini ada sekitar 74 rumah keluarga penerima PKH dan BPNT. Namun sebagian ternyata kondisi rumah sudah tidak sesuai lagi dalam kategori miskin. "Pihak desa sengaja menempel tulisan besar ini setelah sebelumnya rembug warga dan disepakati seluruh warga," kata dia.

Tujuannya, kata dia agar keluarga yang sebetulnya mampu menjadi malu dan bersedia mengembalikan bantuan. "Sehingga harapannya bantuan benar -benar sampai pada warga miskin yang berhak menerima," timpal Nur Hendriyanto.

Disebutkan keputusan desa ini guna mengantisipasi salah sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. "Untuk warga yang sebenarnya kaya namun tetap menerima maka akan dilakukan pendekatan serta diminta mundur," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan sejumlah warga tetap memasang dan tidak mencopotnya bahkan penghuni cenderung cuek saja dilebel sebagai warga miskin. Namun ada pula yang merasa malu dan siap mengembalikan karena merasa sebagai warga yang mampu.

Koordinator Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kabupaten Pekalongan Purwo Aji mengatakan, warga yang kondisinya sudah mampu ini jumlahnya sekitar 10 persen pada setiap desa di seluruh Kabupaten Pekalongan.

"Mereka seharusnya sudah tidak berhak menerima dana PKH serta BPNT dan harus segera dikeluarkan dari daftar warga miskin," ungkap dia.

Dari data yang ada jumlah penerima bantuan PKH dan BPNT ada lebih dari 36 ribu di Kabupaten Pekalongan. Pendataan dilakukan sejak beberapa tahun dan update data belum seluruhnya dilakukan sehingga ada yang terlihat salah sasaran.