Pengalaman Mistis Relawan PMI Saat Makamkan Jenazah Covid-19


Terdengar suara gaib yang ucapkan terima kasih.

Jika ditanya perihal pekerjaan paling menyeramkan yang dilakoni saat wabah Covid-19 ini, maka jawaban yang paling banyak ditemukan adalah pekerjaan relawan, dokter, dan perawat. Pasalnya, ketiga profesi ini secara langsung berhubungan dengan pasien penderita Covid-19.

Oleh sebab itu, mereka pun ketika bekerja diwajibkan untuk mengenaan alat pelindung diri (APD) agar tidak tertular oleh virus yang dibawa para penderita. Hal itu perlu dilakukan mengingat begitu mudahnya penularan virus corona ini.

Kalau hal itu masih belum bisa dikatakan seram, maka kegiatan yang lebih menantang lagi adalah pada saat mereka ditugasi untuk melakukan prosesi pemakaman jenazah Covid-19. Dalam banyak kasus, para relawan serta petugas rumah sakit yang lebih sering melakukan hal ini.

Seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang bernama Septiadi Pitianta, mengungkapkan pengalamannya ketika harus memakamkan jenazah Covid-19 pada malam hari. Ia pun mengalami kejadian yang bisa bikin merinding. Dilansir dari Suara.com (07/05/2020), berikut kisahnya untuk kamu semua.

1. Relawan PMI


Septiadi Pitiana atau yang akrab disapa Adi telah bergabung di dalam relawan kebencanaan dan kemanusiaan sejak 2006 silam. Hal itu dilakukan Adi pasca-erupsi Gunung Merapi yang mana menghilangkan korban jiwa yang cukup banyak.

Adi pun tergerak dan akhirnya memutuskan untuk bergabung menjadi relawan kemanusiaan dan kebencanaan bersama PMI Kabupaten Sleman. Sejak menjadi relawan, ia menuturkan jikalau dirinya merasa lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

2. Memakamkan 12 jenazah penderita Covid-19


Di tengah wabah virus corona saat ini, ayah tiga anak ini juga bergerak dengan bergabung bersama Satgas Covid-19 PMI Sleman. Kebanyakan ia ditugasi untuk memakamkan jenazah diduga terpapar Covid-19.

Setidaknya sudah 12 kali ia bersama rekan-rekannya melakukan prosesi pemakaman tersebut. Uniknya, 11 dari 12 kali pemakaman dilakukan pada malam hari.

"Tim kami namakan Tim Pendak Bengi Sobo Makam (tim tiap malam mengunjungi makam) atau TPBSM. Karena setiap memakamkan jenazah kebanyakan pada saat malam," ucap Adi seperti yang dikutip dari Suara.com.

3. Bisa sampai pagi hari


Biasanya Adi bersama timnya melakukan prosesi pemakaman jenazah diduga Covid-19 pada tengah malam sehingga tidak meresahkan warga. Terkadang, bahkan prosesi pemakaman memakan waktu hingga pagi hari.

"Sebelum memakamkan, saya bersama teman harus bertemu dengan pemangku wilayah untuk memberitahu bahwa ada pemakaman jenazah di TPU setempat. Biasanya jam 10 malam saya sudah datang ke makam. Bayangkan saja waktu malam seperti itu kami masuk ke dalam lingkungan makam," ceritanya.

4. Salam sebelum masuk area makam


Sebelum memasuki area pemakaman, Adi juga tidak lupa mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan kepada para penunggu yang ada di sana.

"Jadi kami tetap kulonuwon (permisi) sebelum masuk dan berdoa juga setelah selesai pemakaman. Artinya kami mencoba menghormati penunggu yang ada di makam tersebut," kata Adi.

5. Mendengar suara gaib tanpa wujud


Adi pun bercerita jika dirinya kerap mendapat pengalaman mistis ketika akan melakukan pemakaman jenazah diduga Covid-19.

"Pernah ketika memakamkan di TPU wilayah Kalasan pada bulan April. Biasanya kami mengantar jenazah menggunakan 2 mobil. Satu ambulance untuk personel dan lainnya untuk jenazah. Namun karena pada hari itu harus memakamkan 2 jenazah, alhasil mobil yang biasanya ditumpangi personel juga digunakan untuk membawa jenazah," ujarnya.

Cerita mistis dimulai tatkala tiga personel yang berada satu kendaraan dengan jenazah mengaku mendengar ucapan terima kasih dari dalam mobil tersebut. Mereka sempat shock karena tidak lama mendengar suara tersebut, tiba-tiba muncul wajah jenazah di dalam mobil yang kemudian segera menghilang.

Meski mengalami shock, namun ketiga personel tersebut tetap menjalankan tugasnya untuk melakukan prosesi pemakaman.

Itu dia kisah mistis yang pernah dialami oleh Adi, salah seorang relawan PMI Sleman ketika memakamkan jenazah diduga covid-19. PMI Sleman sendiri berperan dalam bidang operasional di Gugus Tugas Covid-19 Sleman dan kerap menerjunkan sembilan personelnya untuk membantu prosesi pemakaman.

PMI Sleman pun jadi regu ketiga dalam bidang operasional yang tergabung dari unsur BPBD Sleman, TNI, Polri, dan relawan.