Biaya Ambulans Dibanderol Rp 15 Juta Buat Pasien Meninggal Akibat Corona, Ini Rinciannya..

Keluarga pasien diduga COVID-19 harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk memakamkan anggota keluarganya setelah dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan di RS Bhakti Asih.

Isu ini mencuat setelah viralnya sebuah unggahan di Facebook dari salah satu keluarga pasien.

Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, total keluarga harus mengeluarkan uang Rp 15 juta hanya untuk biaya ambulans, peti jenazah hingga tim untuk memakamkan korban meninggal di pemakaman yang sudah ditunjuk keluarga.

Berikut merupakan kwitansi yang harus ditandatangani keluarga untuk mengeluarkan biaya Rp 15 juta guna biaya ambulans dari Tangerang Ambulance Service.

Dalam kwitansi tersebut tertera tulisan telah diterima dari Bapak Tri Helmi Joko seilai "Lima belas juta rupiah".


Tertera di situ biaya digunakan untuk pemulangan jenazah dari Rs. Bhakti Asih, menggunakan peti mati jenazah tujuan makam tanah 100 celedug, Kota Tangerang.

Biaya ambulans dikabarkan membengkak sampai Rp 15 juta itu diposting oleh pemilik akun Asep Suparman hingga menjadi viral di media sosial.

"Gila ini memang sudah gila, dunia ini sudah menjadi panggung sandiwara. Saya memohon kepada yang baca status ini tolong bntu di share agar pak walikota tangerang, bpk gubernur banten atau pak presiden harus mengetaui bhwa ada korban meninggal di sebabkan kena covid 19 di salah satu rs swasta di kota tangerang," tulis pemilik akun Asep Suparman di dalam sebuah postingan Facebook.

Pemilik akun itu juga menuding kalau Pemda Tangerang dinilai lepas tangang dan tidak mau mengurus pemakaman jenazah serta tidak mau menyelesaikan masalah kenapa bisa biaya pemakaman membengkak sebesar itu.

"Kemudian keluarga korban dikenakan biaya ambulance, peti jenazah, pendamping tenaga yg memakai alat APD sekitar ada 4 org sejumlah Rp. 15 jta."

"Dan aneh nya pemda kota tangerang khususnya tdk mau menindak lanjutin smpai tuntas kasus ini bhkan tdk mau mendampingin keluarga korban utk audensi ke rs tsb. Saya heran pemerintah pusat atau negara sdh menyediakan anggaran nya..kenapa kok malah terjadi sprti ini...?" tambahnya lagi.

Menurut postingan itu, peristiwa tersebut masih berada di wilayah Jabodetabek yang kini menjadi episenter wabah di Indonesia.

Kejadian itu membuat pengunggah mempertanyakan dana yang dikucurkan untuk menangani pasien virus corona di Indonesia.

Tim Indozone.id masih berusaha menelusuri kebenaran berita ini, termasuk pihak ketiga yang mengurus pemakaman jenazah yakni Tangerang Ambulance Service yang mengeluarkan kuitansi bermaterai senilai Rp 15 juta.

Seperti yang diketahui melalui Perppu, pemerintah mengucurkan dana Rp 405,1 triliun masing-masing sebesar Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk social safety net atau jaring pengaman sosial.

Kemudian Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR.

Serta Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Kucuran anggaran Rp 405,1 triliun itu telah diumumkan sebagai dana tameng menghadapi dampak Virus Corona.

Dari alokasi tersebut, telah ditetapkan 3 prioritas. Ketiga prioritas tersebut, pertama anggaran di bidang kesehatan, prioritas kedua perlindungan sosial dan ketiga stimulus bagi dunia usaha dalam rangka pemulihan ekonomi.

Sumber: suarapriangan.com